Kamis, 16 November 2017

Kekuatan Al Qur'an - Belajar dari Presiden Indonesia ke-2 B. J.Habibie

) no-repeat center center;background-size:cover'>

Kekuatan Al Qur'an - Belajar dari Presiden Indonesia ke-2 B. J.Habibie


Di antara semua, siapakah Presiden Indonesia yang paling sedikit haters-nya? Coba tebak. Kemungkinan besar jawabannya adalah BJ Habibie. Setuju? Setuju atau tidak, silakan teman-teman lanjut membaca.

Sewaktu berada di rumah Eyang Habibie, saya sempat nanya-nanya perihal pribadi sama beliau, di samping membahas program-program beliau untuk negeri ini. Ternyata sewaktu kecil beliau susah tidur. Ya, susah tidur.

Ayah yang Senang Membaca Al-Qur'an

Adalah sang ayah yang gemar mengaji, dua juz sehari. Ternyata lantunan ayat suci sang ayah ini berhasil menidurkan Habibie cilik. Kisah ini kemudian saya sampaikan ke sahabat saya, Kang Abik, penulis Ayat-Ayat Cinta.

Kang Abik langsung teringat surat Al-Kahfi, bagaimana kesolehan orangtua bisa menjaga anak dan keturunannya. Karena sangat menggugah, tulisan ini boleh di-share. Sekarang, boleh. Sebentar lagi juga boleh.

Begitulah. Ayah beliau rutin mengaji dua juz sehari. Istri beliau (Bu Ainun) bisa khatam Al-Quran hanya dalam beberapa hari. Dan beliau sendiri, belakangan ini, menghabiskan setengah waktunya bersama Al-Quran.

Menariknya, Habibie muda pernah belajar di sekolah non muslim selama sekian tahun. Bahkan ibunya mengizinkan Habibie muda mengikuti pelajaran agama lain. Karena sang ibu yakin dengan iman anaknya dan ingin wawasan anaknya bertambah.

Inilah cuplikan-cuplikan kisah yang saya dengar langsung dari beliau dalam sejumlah pertemuan. Bukan kata orang. Boleh dibilang, perpaduan antara imtaq dan iptek, beliau adalah kyai-nya. Itu menurut saya.

Sewaktu Eyang Habibie jadi presiden, ada pengawal beliau yang sangat setia, anggota Kopassus. Saat Eyang Habibie tidak lagi jadi presiden, pengawal itu memilih meninggalkan kesatuannya untuk tetap bersama Eyang Habibie.

Pengawalnya itu bercerita banyak hal tentang tawadhu-nya Eyang Habibie, baik saat jadi presiden maupun setelah itu. Sampai sekarang, sebagian besar orang di negeri ini menyukai beliau. Hampir-hampir tanpa haters. Beda dengan politisi lain yang berderet-deret haters-nya.

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search