Rabu, 29 November 2017

Tips Jualan dan Memberi Barang Gratis

Jangan jual barang yang kita sendiri nggak pakai atau nggak puas. Pastikan dipakai sendiri dan puas, barulah sampaikan ke orang-orang terdekat dan mereka yang bener-bener butuh.

Terus, gimana baiknya? Ada yang dijual, ada pula yang dikasih. Dua-duanya bagus dan berkah. Kalau dijual, namanya muamalah. Kalau dikasih, namanya sedekah. Ini berlaku pada produk apa saja, termasuk suplemen.

Kasih (gratis) ke orang-orang terdekat yang kita kenal dan sepertinya perlu produk kita. Jangan kasih ke orang yang nggak perlu atau ogah-ogahan. Yah, percuma.

Prinsip 2: Kasih kepada yang Membutuhkan

Selanjutnya, kasih ke orang yang bener-bener butuh. Tapi jangan dibikin serba mudah. Bersyarat saja, misal suruh dia jogging 7 kali berturut-turut. Setelah itu, kasih produk kita (contohnya suplemen kesehatan). Atau suruh dia bayar seikhlasnya. Kalau bener-bener butuh, pastilah dia mau sedikit berkorban. Setelah itu, minta testimoni dari dia. Testimoninya lebih ampuh tuh.

Satu lagi. Kasih juga ke orang yang ahli. Ya, ahli tentang produk yang kita jual. Komen dari sang ahli ini akan membuat produk seperti teruji. Sama seperti dapat sertifikasi tertentu. Pada akhirnya ini akan menambah nilai jual produk kita.

Baca juga: Tips jualan via Whatsapp atau Telegram

Begitulah. Ada yang dijual, ada pula yang dikasih. Kalaupun mau dikasih, pastikan kasih ke orang-orang yang tepat. Sepakat?

Tulisan ini dishare dari channel telegram @ipphosantosa

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search